Menyamarkan Goresan Tipis pada Cat Mobil
Jakarta, KompasOtomotif -
Goresan-goresan kecil di bodi mobil kurang sedap dipandang mata. Baik
yang terlihat samar-samar atau berukuran cukup besar. Begitu pula dengan
bekas cat mobil atau motor yang menempel saat bersenggolan. Cara jadul
yang kerap dipakai adalah menyamarkannya dengan compound.
Cara tersebut kini tidak lagi menarik karena bisa memudarkan cat. Hal tersebut bisa dilihat pada kain yang dipakai untuk menggosok permukaan cat, terdapat lunturan warna.
Cara terbaru, menggunakan obat yang berbeda. Saat ini sudah banyak diproduksi cairan yang bisa menyamarkan goresan tanpa memudarkan cat. Hal tersebut diungkapkan oleh Tjahja, pengelola Toda yang punya beberapan gerai di Jakarta dan Serpon.
"Sekarang banyak bahan untuk menyamarkan goresan tipis di mobil tanpa memudarkan cat, scratch remover. Caranya juga mudah," ungkap Tjahja
Proses untuk menghilangkan goresan tersebut sebagai berikut!
1. Cuci mobil hingga bersih dengan sampountuk mengangkat minyak yang menempel di permukaan cat. Keringkan dengan plas chamois.
2. Siapkan 2 lap bersih. Tuang cairan di goresan lalu gosok dengan kain lap. Diamkan beberapa menit lalu usap menggunakan lap yang bersih. Bukti bahwa obat tersebut bagus bisa dilihat pada kain yang sudah dipakai tidak ada lunturan cat saat menggunakan compound.
3. Lakukan hal sama pada bagian lain.
4. Untuk goresan yang agak lebar, lakukan berulang dengan memberikan sedikit tekanan. Jangan terlalu keras karena bisa membuat bodi penyok. Langkah serupa juga bisa dilakukan untuk menghilangkan cat mobil atau motor yang menempel saat bersenggolan. Untuk "luka" yang cukup dalam (robek) tidak bisa dengan cara ini.
Dijelaskan obat tersebut hanya bersifat menyamarkan bukan menghilangkan goresan. Kelebihanya tidak menyebabkan cat pudar.
Jakarta, KompasOtomotif – Cuaca tak
menentu, kadang panas, kadang hujan, membuat pemilik mobil harus
memberikan perhatian ekstra untuk melindungi cat mobil. Lewat beberapa
hari saja, bikin cat kusam. Bahkan, timbul bercak yang sulit
dihilangkan.
Menurut Ridwan Harso, pemilik Glow Auto Detailling di Mega Glodok Kemayoran, sinar matahari menyebabkan cat rusak. Apalah bila ada sisa kotoran.
”Karena tidak punya garasi, mobil ditaruh di tempat teduh, misalnya bawah pohon. Risiko pasti ada!," tegasnya kepada KompasOtomotif, hari ini (12/2). Untuk menjaga mobil tetap tampil menarik, Ridwan memberikan tips berikut.
1. Kotoran burung. Kelihatannya sepele, banyak pemilik mobil cuek. Padahal zat asam dari kotoran burung menyebabkan kilau cat jadi pudar. Apalagi kalau kena sinar matahari. ”Segera bersihkan dengan air. Jangan tunggu mengering. Kalau pun sudah kering, usap dengan lap basah pelan-pelan. Semakin lama tak dibersihkan dan kena sinar matahari lagi, semakin sulit dibersihkan dan akan meninggalkan jejak pada cat,” urai Ridwan.
2. Getah pohon. Bahaya parkir di bawah pohon tak hanya kotoran burung, juga getah. Sifatnya yang lengket membahayakan cat mobil. Jika masih basah, segera bersihkan dengan air. Tapi kalau sudah mulai mengeras, siap-siap ke salon mobil untuk menghilangkannya. Kalau ditangani sendiri tanpa obat-obatan khusus sangat susah menghilangkannya.
3. Selimut mobil. Lebih aman, mobil diselimuti. Jika bahan selimut anti air, waspadalah! Karena air yang menempel bersama penutup mobil, jika kena panas akan meninggalkan bercak seperti jamur yang sulit dihindarkan. Beli sarung mobil yang berkualitas tinggi dan tahan air, kecuali jika mobil ditutup di dalam garasi.
4. Air asin. Bila tinggal di daerah dekat laut atau airnya asin, mobil harus sering dicuci. Jika tidak, bodi mobil yang dibuat dari pelat akan berkarat dengan cepat. Air hujan yang mengandung asam, biasanya hujan pertama setelah panas beberapa har, juga sangat berbahaya karena mengandung zat asam yang merusak.
Jakarta, KompasOtomotif - Banyak kerusakan terjadi setelah banjir pada bulan lalu. Berdasarkan penelusuran KompasOtomotif di
sentra onderdil, khususnya ITC Fatmawati, Jakarta Selatan dan beberapa
bengkel, kompone mobil yang paling banya harus diganti seperti berikut.
1. Laher (bearing) atau bantalan. Khususnya yang berada di roda, puli AC dan tensioner. Karena posisinya rendah, sering terendam air. Setelah kering, timbul karat dengan tanda-tanda bunyi mendengung.
2. Motor starter. Karena rendah, juga jadi gampang rusak. Bagian yang terserang, gulungan (kotor) dan bendix. Kalau kerusakannya tidak terlalu parah masih bisa diperbiki. Bila tidak harus diganti baru.
3. Karpet dek. Selain meninggalkan bau tidak sedap dan sulit dihilangkan, bentuknya juga mengerut.
Cara tersebut kini tidak lagi menarik karena bisa memudarkan cat. Hal tersebut bisa dilihat pada kain yang dipakai untuk menggosok permukaan cat, terdapat lunturan warna.
Cara terbaru, menggunakan obat yang berbeda. Saat ini sudah banyak diproduksi cairan yang bisa menyamarkan goresan tanpa memudarkan cat. Hal tersebut diungkapkan oleh Tjahja, pengelola Toda yang punya beberapan gerai di Jakarta dan Serpon.
"Sekarang banyak bahan untuk menyamarkan goresan tipis di mobil tanpa memudarkan cat, scratch remover. Caranya juga mudah," ungkap Tjahja
Proses untuk menghilangkan goresan tersebut sebagai berikut!
1. Cuci mobil hingga bersih dengan sampountuk mengangkat minyak yang menempel di permukaan cat. Keringkan dengan plas chamois.
2. Siapkan 2 lap bersih. Tuang cairan di goresan lalu gosok dengan kain lap. Diamkan beberapa menit lalu usap menggunakan lap yang bersih. Bukti bahwa obat tersebut bagus bisa dilihat pada kain yang sudah dipakai tidak ada lunturan cat saat menggunakan compound.
3. Lakukan hal sama pada bagian lain.
4. Untuk goresan yang agak lebar, lakukan berulang dengan memberikan sedikit tekanan. Jangan terlalu keras karena bisa membuat bodi penyok. Langkah serupa juga bisa dilakukan untuk menghilangkan cat mobil atau motor yang menempel saat bersenggolan. Untuk "luka" yang cukup dalam (robek) tidak bisa dengan cara ini.
Dijelaskan obat tersebut hanya bersifat menyamarkan bukan menghilangkan goresan. Kelebihanya tidak menyebabkan cat pudar.
Awas, Perusak Cat di Musim Hujan
Menurut Ridwan Harso, pemilik Glow Auto Detailling di Mega Glodok Kemayoran, sinar matahari menyebabkan cat rusak. Apalah bila ada sisa kotoran.
”Karena tidak punya garasi, mobil ditaruh di tempat teduh, misalnya bawah pohon. Risiko pasti ada!," tegasnya kepada KompasOtomotif, hari ini (12/2). Untuk menjaga mobil tetap tampil menarik, Ridwan memberikan tips berikut.
1. Kotoran burung. Kelihatannya sepele, banyak pemilik mobil cuek. Padahal zat asam dari kotoran burung menyebabkan kilau cat jadi pudar. Apalagi kalau kena sinar matahari. ”Segera bersihkan dengan air. Jangan tunggu mengering. Kalau pun sudah kering, usap dengan lap basah pelan-pelan. Semakin lama tak dibersihkan dan kena sinar matahari lagi, semakin sulit dibersihkan dan akan meninggalkan jejak pada cat,” urai Ridwan.
2. Getah pohon. Bahaya parkir di bawah pohon tak hanya kotoran burung, juga getah. Sifatnya yang lengket membahayakan cat mobil. Jika masih basah, segera bersihkan dengan air. Tapi kalau sudah mulai mengeras, siap-siap ke salon mobil untuk menghilangkannya. Kalau ditangani sendiri tanpa obat-obatan khusus sangat susah menghilangkannya.
3. Selimut mobil. Lebih aman, mobil diselimuti. Jika bahan selimut anti air, waspadalah! Karena air yang menempel bersama penutup mobil, jika kena panas akan meninggalkan bercak seperti jamur yang sulit dihindarkan. Beli sarung mobil yang berkualitas tinggi dan tahan air, kecuali jika mobil ditutup di dalam garasi.
4. Air asin. Bila tinggal di daerah dekat laut atau airnya asin, mobil harus sering dicuci. Jika tidak, bodi mobil yang dibuat dari pelat akan berkarat dengan cepat. Air hujan yang mengandung asam, biasanya hujan pertama setelah panas beberapa har, juga sangat berbahaya karena mengandung zat asam yang merusak.
Onderdil Paling Gampang Rusak Usai Banjir

Sumber : istimewa
Suku cadang yang rentan rusak akibat terendam dan menrjang banjir1. Laher (bearing) atau bantalan. Khususnya yang berada di roda, puli AC dan tensioner. Karena posisinya rendah, sering terendam air. Setelah kering, timbul karat dengan tanda-tanda bunyi mendengung.
2. Motor starter. Karena rendah, juga jadi gampang rusak. Bagian yang terserang, gulungan (kotor) dan bendix. Kalau kerusakannya tidak terlalu parah masih bisa diperbiki. Bila tidak harus diganti baru.
3. Karpet dek. Selain meninggalkan bau tidak sedap dan sulit dihilangkan, bentuknya juga mengerut.
Cara Mencuci Mobil yang Baik dan Benar
Hampir semua orang pernah mencuci
mobilnya sendiri, apalagi jika musimnya tidak menentu seperti sekarang
ini, sekarang dicuci, eh karena hujan, besoknya harus dicuci lagi. Meski
sering melakukan 'ritual' bersih-bersih kendaraan, namun tidak semua
orang menyadari bahwa cara mencuci mobil, akan berpengaruh kepada faktor
keawetan?mobil itu sendiri. Terlepas dari apakah Anda mencuci sendiri
atau ke tempat cuci mobil, Anda sebaiknya perhatikan hal-hal penting
dalam proses pencuciannya.
Ada beberapa hal penting yang
perlu Anda cermati jika akan mencuci mobil, seperti air, peralatan
mencuci dan cara mencuci. Karena air adalah hal utama dalam proses
mencuci, perhatikan kondisi air yang digunakan, apakah terlihat keruh
atau kotor? Jika salah satu kriteria tadi ada pada air tersebut, maka
air tersebut tidak disarankan digunakan untuk mencuci mobil.
Jika air itu keruh dan kotor
(misalnya air sungai atau air kolam, maka tentunya bukannya mobil jadi
makin bersih, malah kotorannya makin bertambah. Tanpa disadari bahwa air
yang keruh juga mengandung kotoran walaupun sangat halus. Lama kelamaan
kotoran akan mengendap dan akan bertumpuk di mobil, hal ini bisa Anda
lihat indikasinya pada body mobil yang cenderung semakin lama semakin
kusam dan buram.
Yang kedua adalah peralatan
mencuci. Saat Anda mencuci mobil di tempat cuci mobil, umumnya
peralatannya sudah banyak yang menggunakan compressor, atau steam wash.
Namun jika Anda mencuci di rumah atau di tempat tinggal sendiri,
biasanya cukup dengan alat-alat lap kain halus (misalnya bekas kaos
dalam), plas chamois, ember, selang air, sikat dan sabun.
Namun ada juga yang menggunakan
alat, mesin steam wash sendiri, khusus untuk mencuci?mobil, biasanya
ukurannya kecil, sekitar 600 watt, dan tentunya daya semprotnya juga
tidak terlalu tinggi, di samping itu ada kelemahan dari alat ini, alat
ini harus disambungkan dengan kran dimana airnya berasal dari bak
penampungan, tandon dan tempat airnya sendiri harus tinggi lokasinya
supaya tekanan air lebih besar. Selain itu karena memang alat ini tidak
bisa menyedot air hanya dari wadah atau ember biasa.
Terlepas dari apakah Anda pakai
steam wash atau cukup pakai ember saja, disarankan untuk menyeka air dan
sabun dan gunakan 2 tipe lap atau plas chamois. Satu untuk mengelap
bagian yang halus seperti body, kap dan kaca atau mika lampu, dan plas
chamois yang kedua untuk mengelap bagian velg, ban, mesin dan bagian non
body lainnya.
Usahakan pada saat mencuci,
jangan sampai masing-masing lap bertukar fungsi, ini menjaga agar bagian
yang halus (body, kap, lampu) tidak baret-baret, karena jika
menggunakan satu lap, maka kotoran-kotoran seperti tanah, aspal atau
pasir dari ban atau velg dan sektor kaki-kaki dikhawatirkan akan
menempel dan merusak bagian yang halus lainnya.
Sabun yang kita gunakan juga
mustinya jangan sembarangan, gunakan sabun yang sesuai untuk mencuci
kendaraan, jangan gunakan sabun untuk mencuci pakaian, misalkan sabun
colek atau deterjen. Hati-hati dalam hal penggunaan minyak tanah.
Umumnya orang menggunakan minyak tanah untuk menghilangkan bekas aspal
atau oli dan kotoran yang lengket di mesin atau body.
Yang terakhir dan yang
terpenting adalah mencuci itu sendiri. Mencuci yang baik yakni mulai
dari bagian bawah ke atas, mulai dengan membasahi seluruh permukaan
mobil, setelah itu mulailah menggosok bagian kaki-kaki dan bagian mesin,
baru setelah itu bagian body dan lampu.
Untuk proses mengeringkan,
mulailah dari bagian atas turun ke bagian bawah, dengan tujuan bagian
yang sudah kering tidak terkena air lagi sewaktu mengelap bagian atas.
Untuk bagian ban, setelah dicuci
bersih, agar lebih terlihat mengkilat bisa kita gunakan semir ban.
Banyak merek yang ada di pasaran, mulai yang murah sampai yang mahal
sekalipun, namun Anda bisa juga mencoba menggunakan jenis minuman
softdrink sebagai pengganti semir ban, cukup setengah botol ukuran biasa
(sisanya boleh Anda minum sehabis mencuci mobil), oleskan dengan
menggunakan kuas, atau kanvas besar ke bagian ban. Selamat mencoba.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar